RSS

EVERY MAN HAS HIS PRICE

14 Jan

Membaca judul diatas, pikiran kita pasti akan menerawang dan bisa menebak bahwa pernyataan diatas bisa berkonotasi positif ataupun negatif. Namun jika kita sinkronisasikan dengan kejadian di negara kita tercinta Republik Indonesia baru – baru ini, pasti kita akan langsung menebak bahwa kalimat diatas adalah berkonotasi negatif. 

Ya “Every Man Has His Price” sedih memang jika kalimat ini di alamatkan kepada para pejabat – pejabat dan para petinggi negara kita. Bukankah notabene para pejabat adalah pelayan masyarakat, bukan dilayani masyarakat.

Seperti artikel dibawah ini :

Sidak Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di LP Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, menguak praktek jual beli kamar dan fasilitas mewah di penjara. Minggu (10/1/2010) kemarin malam mereka memeriksa beberapa sel termasuk yang ditempati Artalyta Suryani alias Ayin. Napi 5 tahun kasus suap ini memiliki dua ruangan khusus, selain sel penjara.Ruangan khusus Ayin terletak di lantai tiga. Ruangan 8×8 ini berisi ranjang, AC dan TV layar datar serta meja kerja. Ruangan itu seharusnya menjadi ruang kantor petugas LP, namun disulap menjadi kamar setara hotel berbintang.

Selain Ayin, Satgas juga menemukan hal serupa di sel napi narkoba, Aling (terpidana seumur hidup). Selain AC dan TV di kamarnya di lantai dua, Aling juga mempunyai fasilitas karaoke mewah.

Yang mengherankan justru yang muncul adalah seribu satu alasan dari “pengelola” lapas dan Depkum untuk membela Ayin. Alasan-alasan tersebut terkesan dipaksakan, gak masuk akal, dan dibuat-buat:
– Ayin Pimpin Rapat Perusahaan di Rutan, karyawannya ada 50.000 – 80.000 orang. (justru Dirjen PAS nya yg ngarang. Sebagai bandingan, karyawan Bank Mandiri saat ini sekitar 25.000 orang, terus Ayin punya karyawan 80.000 orang (Memangnya si Ayin punya perusahaan apa ??? Kalo uda masuk penjara, ya nggak ada lagi dong yang namanya bisnis – bisnisan  , salah sendiri kenapa masuk penjara ….!)

Berikut Komentar dari para pejabat Negara Republik Indonesia :
Dirjen Lapas: Terselip Fasilitas Pribadi Itu Wajar (Wajar apanya….Pak,
Ayin Diberi Fasilitas Mewah Demi Keamanan & Kesehatan (Memangnya Lapasnya Ayin ada Terorisnya  Pak ….???– apakah memang hukum negara kita nyuruh si Ayin  ke penjara atau di suruh  piknik? Oklah, kalo takut entar dicelakain ato sakit, tapi cukup kamar yang biasa tapi bersih, bukan kamar hotel.)
Depkum DKI: Tak Mungkin Kami Satukan Mantan Pejabat dan Pencopet (Lho !????! saya ngga tau, memangnya si Ayin mantan pejabat apa Pak, menteri apa Pak … ?


– Depkum DKI: Fasilitas Ayin Dibiayai Lapas (Rugi dong negara biayain koruptor….Ueadann Tennann weleh weleh )


Dapat kita bayangkan, jika rakyat kecil mencuri ayam di negara ini, tidak jarang hukumannya adalah hukuman mati (habis di hajar warga… tidak sedikit yang dibakar hidup – hidup), bandingkan dengan hukuman para penjahat kelas kakap, pengemplang uang negara (jika dipenjara) paling sial dihukum 5 tahun belum dipotong ini itu (seribu satu alasan), padahal yang di kemplang uang negara yang notabene digunakan untuk kesejahteraan rakyat banyak yang masih mayoritas berada  di bawah garis kemiskinan.

Yah dengan uang semuanya bisa dibeli di negara ini “Every Man Has His Price”

Astaghfirullahal Adzhim…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 14, 2010 in Indonesia

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: